Senin, 11 April 2011

Dua Taksi Dirampok Diperumahan Bekasi Dalam Semalam

Nyawa Sastra Irawan (30), sopir taksi Express yang jadi korban perampokan di Perumahan Titian Kencana, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Sabtu (9/4) pagi, selamat. Namun, lehernya memar ditendang perampok dan hasil jerih payahnya seharian sekitar Rp 300.000 dirampas.
Perampokan terjadi sekitar pukul 03.00, saat Irawan hendak menjemput calon penumpang di Perumahan Titian Kencana. Perampokan itu dilakukan tiga lelaki yang ditemui korban di jalan untuk ditanyai soal alamat calon penumpangnya. Ketiga lelaki itu memaksa menawarkan diri mengantar Irawan ke alamat calon penumpang. Namun, mereka malah meminta Irawan berputar-putar dalam kompleks. Saat itulah Irawan sadar bakal dirampok dan langsung memencet tombol panik untuk mengirimkan sinyal bahaya ke pangkalan.
Ketika berputar-putar, seorang lelaki lain menghadang taksi Irawan dengan sepeda motor. Taksi berhenti dan Irawan berupaya kabur, tetapi dicegah. Saat itulah perampok memaksa Irawan menyerahkan uangnya. Sesaat setelah menyerahkan uang, Irawan melarikan diri.
”Taksi terpaksa ditinggalkan demi menyelamatkan nyawa,” kata Irawan di Kantor Kepolisian Resor Kota Bekasi Kota.
Irawan dibantu sopir angkutan, pengojek, dan taksi Express yang kebetulan ditemuinya. Irawan akhirnya melapor ke Kepolisian Sektor Kranji, yang kemudian meneruskan laporannya ke Polresta Bekasi Kota.
Pada saat hampir bersamaan, sekitar 4 kilometer dari lokasi Irawan dirampok, sopir taksi Express bernama Baginda (45) juga lolos dari percobaan perampokan di Jalan Cemara Permai, Perumahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara.
Di Polresta Bekasi Kota, Baginda mengatakan, peristiwa itu terjadi seusai ia mengantar penumpang di Perumahan Harapan Jaya, pukul 03.30. Seorang pengendara motor menghadang taksinya di Jalan Cemara Permai. Ketika taksi berhenti, tiba-tiba seorang lelaki lain yang bersenjata parang mendekat.
”Saya segera mematikan taksi, ambil kunci, dan berhasil kabur,” kata Baginda.
Taksi juga terpaksa ditinggalkan demi menyelamatkan dirinya. Dengan menumpang angkutan, ojek, dan kebetulan juga bertemu taksi Express lainnya, Baginda diantar ke Polresta Bekasi Kota.
Kedua taksi yang ditinggalkan itu ditemukan pihak kepolisian.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bekasi Kota Komisaris Ade Ary Syam Indradi mengatakan, kasus itu sedang didalami.
Di Jakarta Barat, Hendra Tjuanda Lim (42) mengaku dirampok dua pria dengan todongan senjata tajam, Jumat pukul 21.00, di sekitar Mal Ciputra.
”Saat itu saya berjalan pulang menuju Apartemen Mediterania tak jauh dari Mal Ciputra. Datang dua pria mengapit dan menodongkan senjata tajam dan memaksa saya naik taksi warna biru,” kata Hendra.
Di taksi, uang Rp 450.000 miliknya dirampas. Ia lalu dipaksa menghubungi saudaranya agar mentransfer uang ke rekening BCA 7030392315 atas nama Mitnawati. Setelah itu, ia dipaksa menandatangani pernyataan sukarela menyerahkan uang itu untuk membayar utang.
Setelah menerima transfer uang yang dilakukan dua kali, Rp 5 juta dan Rp 2 juta, perampok melepaskan Hendra dan memberinya uang Rp 50.000 untuk naik taksi. Setiba di Apartemen Mediterania, Hendra dan saudaranya melapor ke Polsek Metro Tanjung Duren, yang kemudian memintanya melaporkan kasusnya ke Polda Metro Jaya

 
Powered by Blogger